SELUK BELUK INTERNET dan INFORMATIKA MEDIK

Alwi Shahab
Bagian Ilmu Penyakit Dalam
FK Unsri/ RSMH Palembang
Januari 2012

20120109-074653.jpg

Apakah Internet itu ?
Internet adalah suatu jaringan komputer yang sangat besar, terdiri dari jutaan perangkat komputer yang terhubung melalui suatu protokol tertentu untuk pertukaran informasi antar komputer tersebut. Salah satu keistimewaan Internet adalah memungkinkan hampir semua jenis komputer dapat berhubungan satu sama lain mulai dari mainframe canggih diperusahaan-perusahaan besar sampai komputer pribadi dirumah atau laptop bahkan handphone. Komputer-komputer ini terhubung dengan berbagai cara antara lain melalui ISDN ( Integrated Services Digital Net work ), pesawat telepon, serat optik dan bahkan melalui satelit. Semua komputer yang terhubung ke Internet melakukan pertukaran informasi melalui protokol yang sama yaitu dengan cara TCP / IP ( Transmission Control Protocol / Internet Protocol ). Kebanyakan komputer di Internet juga merupakan bagian dari jaringan yang lebih kecil dari suatu perusahaan atau institusi pendidikan. Internet tidak hanya merupakan jaringan komputer yang besar, melainkan juga membentuk suatu komunitas yang melampaui batas-batas suatu negara, menghimpun kelompok sosial, intelektual dan psikologik yang luas. Internet sebagai suatu komunitas mempunyai peraturan-peraturan tertentu yang dikenal dengan istilah IRL (In Real Life ). Setelah terkoneksi dengan Internet, berbagai program dapat di unduh secara gratis. Beberapa perusahaan komunikasi terkemuka mengembangkan suatu program komunikasi yang disebut Client Programs dengan tujuan untuk mempermudah pemakai dalam mengakses Internet.
Client Programs ini merupakan suatu freeware/shareware programs , artinya bahwa program tersebut dapat diunduh oleh pemakai jasa Internet secara gratis atau hanya dipungut biaya yang sangat murah selama masa promosi. Selain program-program komunikasi yang berhubungan dengan akses Internet, informasi-informasi tentang perusahaan atau publikasi ilmiah dan hasil-hasil riset dari berbagai Universitas terkemuka dapat pula diperoleh tanpa dipungut biaya. Timbul pertanyaan, siapakah yang membiayai Internet ? Jawabannya analog dengan jalan raya, dimana arus lalu lintas informasi didalam Internet dibiayai oleh badan-badan pemerintah atau perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dibidang pelayanan komunikasi-informasi, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Jaringan-jaringan informasi yang lebih kecil biasanya dibiayai oleh suatu organisasi lokal seperti Universitas. Di Inggeris terdapat sistim informasi utama bernama JANET yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan. Walaupun pertukaran informasi ini tidak dipungut biaya, namun para pemakai jasa Internet dibatasi oleh suatu kode etik informasi yang disebut Netiquette. Salah satu isi kode etik ini menyebutkan bahwa para pemakai dihimbau untuk tidak mengunduh file-file dari tempat yang jauh sementara komputer lokal yang lebih dekat juga menyimpan file-file informasi yang sama. Kecepatan transmisi informasi melalui Internet bervariasi tergantung dari perangkat keras yang digunakan, jenis koneksinya dan kapasitas informasi yang sedang ditransmisi saat itu. Kecepatan akses melalui modem pada komputer pribadi dirumah lebih lambat dibandingkan dengan akses melalui lingkungan perusahaan atau institusi pendidikan. Saat ini akses internet sudah dapat dilakukan di tempat-tempat umum bahkan melalui handphone berkat kemajuan teknologi nirkabel.

Manfaat Internet bagi Profesi Kedokteran
Internet dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, antara lain :
1. Konsultasi mengenai permasalahan klinis yang sedang dihadapi dengan para pakar
kedokteran diseluruh dunia.
2. Mengirim naskah ilmiah dan menerima tanggapan dari naskah tersebut hanya dalam
beberapa hari.
3. Membaca jurnal-jurnal terbaru atau abstraknya tanpa dipungut biaya.
4. Memperdalam pengetahuan kedokteran sesuai bidang spesialisasi yang diinginkan,
misalkan mempelajari teknik Magnetic Resonance Imaging (MRI) di Florida, tanpa
harus pergi kesana.
5. Mengikuti diskusi ilmiah atau konferensi jarak jauh (teleconference) dengan para
pakar diseluruh dunia.
6. Membuka daftar katalog yang terdapat di toko-toko buku atau penerbit-penerbit terkenal
dan memesan buku yang dikehendaki dalam waktu yang singkat secara online.
Masih banyak lagi informasi-informasi yang dapat digali dari dalam belantara Internet termasuk program pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dan pendidikan kedokteran berkelanjutan. Internet bahkan dapat dipergunakan sebagai media untuk publikasi hasil riset dibidang kedokteran.

Informatika medik
Informatika medik merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang aplikasi teknologi informasi untuk memperbaiki pengelolaan data pasien, pengetahuan klinis, data epidemiologi dan informasi lain yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan serta riset dibidang kesehatan dan kedokteran. Informatika medik merupakan pengetahuan baru, yang mulai berkembang dalam beberapa dekade terakhir sejak ditemukannya komputer digital pada tahun 1940. Komputerisasi mekanik dibidang kedokteran pertama kali dimulai pada awal abad 19 ketika Herman Hollerith melakukan sensus dan mengembangkan survai dalam ilmu kesehatan masyarakat dan epidemiologi.
Informatika medik melibatkan berbagai disiplin ilmu (bersifat multidisipliner) yang berinteraksi satu sama lain, diantaranya ilmu kedokteran klinis, ilmu kesehatan masyarakat (epidemiologi dan penelitian dibidang pelayanan kesehatan), ilmu kognitif, ilmu komputer dan teknologi informasi. Tujuan dari informatika medik adalah untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan, riset serta pendidikan dalam bidang kesehatan dan kedokteran. Setelah beberapa tahun terjadinya pengembangan dalam sistem informasi yang mendukung infrastruktur ilmu kedokteran, generasi baru dari sistem dan perangkat komunikasi mulai dibangun untuk membimbing para dokter dan para profesional dibidang pelayanan kesehatan lainnya dalam menjalankan proses pendidikan, membuat keputusan, berkomunikasi dan berbagai aspek dari aktifitas profesional. Satuan akademik dari informatika medik mulai dibangun pada sejumlah fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan , dimana para ahli dibidang informatika medik melakukan penyuluhan terhadap para staf fakultas dan rumah sakit. Saat ini informatika medik merupakan salah satu disiplin ilmu yang diajarkan dalam setiap institusi kedokteran dan pelayanan kesehatan.
Kemampuan memberikan informasi merupakan dasar bagi praktek kedokteran yang baik. Setiap dokter dan profesional dibidang kesehatan perlu memahami prinsip2 interpretasi data, membangun proses diagnosis yang logis serta penatalaksanaan berbagai permasalahan klinis. Rekam medik yang beriorentasi permasalahan (Problem Oriented Medical Record) hanya merupakan salah satu dari instrumen informasi, dimana para dokter perlu memahami bagaimana dan kapan menggunakannya.
Dinamika komunikasi antara dokter dengan pasien dan para koleganya akan mengalami perubahan ketika dialihkan dari komunikasi dalam bentuk interaksi percakapan langsung kepada komunikasi melalui pesawat telepon, e-mail, voice mail atau video (teleconference). Pemahaman tentang implikasi dari kelebihan penggunaan suatu media komunikasi dibandingkan dengan media yang lain merupakan dasar dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
Menurut Enrico Coiera, ada 10 persyaratan penting bagi dokter dalam meningkatkan kemampuan dibidang informatika medik, yaitu meliputi :
1. Pemahaman tentang dinamika dan dasar2 pengetahuan kedokteran agar dapat terus dilakukan penyegaran.
2. Mengetahui cara bagaimana mencari dan mengevaluasi kemajuan pengetahuan tersebut berdasarkan bukti-bukti ilmiah (evidence based).
3. Mengerti tentang dasar2 statistik dan dasar2 logik dari proses diagnosis suatu penyakit.
4. Dapat membuat interpretasi dari data2 klinis dan menganalisis kesalahan2 yang ditemukan.
Bagaimana membangun struktur dan menganalisis keputusan klinis ditinjau dari manfaat dan risikonya.
5. Mengaplikasi dan mengadaptasi pengetahuan klinis guna memperbaiki pelayanan kesehatan.
6. Mengakses, menilai, memilih serta mengaplikasikan panduan terapi, mengadaptasikannya ke dalam lingkungan institusi lokal, berkomunikasi dan mencatat berbagai variasi dari rencana pengobatan dan hasilnya.
7. Mampu membuat rekaman data klinis yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dengan kolega dan sebagai data epidemiologi.
8. Mampu memilih dan mengoperasikan berbagai sarana komunikasi seperti pesawat telepon, e-mail, video conference, voice-mail dan surat menyurat elektronik.
9. Mampu membangun struktur dan mengkomunikasikan berbagai sarana komunikasi yang sesuai.